Cari Blog Ini

Kamis, 27 Februari 2014

Mengenal Seputar Psikologi Olahraga


by Eko Andri M
psikologi olahraga
Berbicara tentang psikologi yang diterapkan pada olahraga sampai saat ini, tetapi hal ini telah dikenal di dalam dunia olahraga sepanjang orang telah melakukannya secara profesional. Pada dasarnya, psikologi olahraga ini adalah tentang membentengi diri dari lawan Anda sambil membangun diri sendiri. Psikologi dalam olahraga berbicara tentang pentingnya berada di dalam zona yang tepat dan menciptakan kemampuan untuk mengintimidasi di lapangan. Ketika Anda telah memiliki momentum yang tepat, selama Anda bisa mempertahankannya, biasanya Anda dapat menang. Meskipun ada permainan olahraga yang kesuksesannya ditentukan sampai saat yang terakhir, banyak permainan lainnya yang kesuksesannya diputuskan dalam beberapa menit pertama bermain. Apa yang memutuskan kesuksesan dari permainan-permainan ini?
Sebagian dari hal itu adalah tentang berpikir kompetitif, tetapi ini dimulai jauh sebelum tim terjun ke lapangan. Pada intinya, psikologi dalam olahraga adalah tentang kemenangan, dan memenangkannya membutuhkan dedikasi di setiap tahap permainan. Jika Anda memiliki mental yang kuat maka Anda akan sama sekali tidak memiliki kekhawatiran untuk menunjukkan bahwa diri Anda berlatih lebih keras dibandingkan lawan Anda dengan mempelajari metode-metode yang digunakan oleh orang-orang terbaik di dunia, yaitu berpikir positif. Jika mental lemah, kemungkinan Anda akan sulit untuk belajar permainan mental ini karena takut terhadap apa yang orang lain mungkin pikirkan tentang Anda. Jika Anda seseorang yang serius dalam kompetisi, maka Anda harus belajar mempermainkan mental lawan dan mengembangkan potensi Anda.
Jika Anda menunggu sampai Anda memainkan pertandingan untuk menerapkan prinsip-prinsip psikologi olahraga, Anda mungkin tidak akan melakukannya dengan sangat baik. Sebelum sampai pada titik itu, Anda perlu memiliki sikap optimis untuk menang karena jika tidak, Anda tidak akan siap. Pelatihan merupakan salah satu aspek yang paling penting dan sulit untuk memberlakukan hal semacam itu. Anda harus senantiasa menjaga energi Anda setiap saat dan pada setiap latihan yang dilakukan, atau Anda tidak akan bisa menang. Hal ini mengharuskan semua jenis trik mental. Metode pelatihan Olahraga, pada kenyataannya, banyak melibatkan teknik psikologis seperti visualisasi, mensugesti diri dengan hal-hal positif untuk menciptakan sikap optimis, dan bahkan meditasi untuk meningkatkan fokus.
Walaupun psikologi dalam olahraga merupakan bidang baru, kesempatan bagi orang-orang dengan gelar psikologi olahraga berkembang setiap hari. Banyak dari sebagian besar tim yang paling sukses dalam olahraga profesional mempekerjakan ahli psikolog olahraga, dan meskipun mereka tidak tampak dalam permanian, mereka merupakan orang-orang yang selalu memegang peran di belakang layar. Psikologi olahraga tidak lagi satu set trik sederhana yang digunakan oleh atlet untuk saling mengintimidasi satu sama lain. Sebaliknya, hal semacam ini merupakan komponen yang penting dari pelatihan olahraga, pertandingan olahraga, dan gaya hidup atletis. Psikologi dalam bidang olahraga dan latihan bahkan digunakan di gym untuk membantu orang-orang biasa dengan rutinitas latihan sehari-hari mereka. Anda menyadari tentang betapa bermanfaatnya psikologi dalam olahraga, Anda sudah pasti bisa melihatnya diterapkan di mana-mana.

Jumat, 22 November 2013

Tata Cara Olahraga Lempar Lembing

Lempar Lembing (Kelas XI IPA/IPS) Lempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar. Lembing adalah alat yang digunakan dalam olahraga ini. Alat ini berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Pada dasarnya lempar lembing berarti melempar lembing dari tangan dengan sekuat tenaga untuk memperoleh jarak lemparan sejauh mungkin. 1. Teknik Dasar Lempar Lembing Dalam lempar lembing terdapat beberapa teknik dasar yang harus diketahui. Teknik dasar tersebut meliputi cara memegang, membawa, dan melempar lembing. a. Memegang Lembing Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika dan cara Finlandia. 1) Cara Amerika Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
Cara memegang lembing: a) cara Amerika dan b) cara Finlandia c) Cara menjepit 2) Cara Finlandia Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar. 3) Cara menjepit caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memmegang biasa. Peraturan lomba lempar lembing b. Membawa Lembing Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikut.
Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke atas. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah. Cara membawa lembing c. Melempar Lembing Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan, lemparan, dan akhiran. 1) Awalan Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.
Rangkaian gerak lempar lembing a) Dengan jingkat (hop step) b) Dengan langkah silang di depan (cross step) c) Dengan langkah silang di belakang (rear cross step) Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan. 2) Lemparan Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu kanan dan lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depanatas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing. 3) Akhiran Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan. 2. Bentuk Latihan Lempar Lembing Berikut ini adalah bentuk-bentuk latihan yang dapat digunakan untuk melatih lempar lembing. Mintalah pengawasan dari guru Anda saat berlatih. a. Melempar dari berdiri menghadap ke depan Pelempar berdiri menghadap ke depan dengan kaki terpisah selebar bahu. Lembing ditarik dan dipegang di atas kepala, menunjuk ke tanah dengan sudut runcing. Lembing dilemparkan untuk menancap di tanah 3–4 meter ke depan. b. Melempar berdiri menghadap ke samping Pelempar berdiri dengan kaki 60–90 cm terpisah dengan kaki menunjuk lurus ke depan. Berat badan ada di belakang, pada kaki kanan. Kepala menghadap ke depan, sedangkan pinggang dan bahu menghadap ke samping. Lembing ditarik di mana mata lembing dekat dengan mata pelempar sebelah kanan. Telapak tangan kanan menghadap ke atas dan di atas garis bahu. Memulai gerakan dengan mengangkat sedikit kaki dari tanah, dan berat badan ada pada kaki kanan yang dibengkokkan sedikit. Dorong kaki kanan dengan kuat, berporos pada telapak kaki dan meletakkan kaki kiri di tanah dengan tumit lebih dulu. Pinggang akan memutar ke depan membentuk punggung melengkung, dengan bahu, lengan, dan tangan mengikuti. Selama melakukan seluruh gerakan melempar, siku harus dipertahankan selalu dekat dengan lembing. 3. Peraturan Perlombaan Lempar Lembing Berikut ini beberapa peraturan yang diberlakukan dalam perlombaan lempar lembing. a. Lembing Lembing terbuat dari bambu dengan bagian ujung runcing yang terbuat dari logam. Lembing terdiri atas tiga bagian, yaitu mata lembing, badan lembing, dan pegangan lembing. Ukuran lembing yang digunakan untuk putra memiliki panjang 2,6–2,7 meter dan beratnya 800 gram. Sementara itu, lembing yang digunakan oleh putri memiliki panjang 2,2–2,3 meter dan beratnya 600 gram. b. Lapangan Lempar Lembing Berikut ini penjelasan tentang lapangan lempar lembing.
Lintasan awal dibatasi oleh garis 5 cm dan terpisah 4 meter. Panjang lintasan minimal 30 m dan maksimal 36,5m. Lengkung lemparan dibuat dari kayu atau logam dan dicat putih selebar 7 cm. Lengkungan ini datar dengan tanah dan merupakan busur dari lingkaran yang berjari-jari 8 meter. Garis 1,5 meter terletak melilit titik pusat gravitasi lembing. Sudut lemparan dibentuk dari dua garis yang dibuat dari titik pusat lengkung lemparan dengan sudut 29 derajat memotong kedua ujung lengkung lemparan, dengan tebal garis sektor 5 cm. c. Aturan Melempar Setiap atlet berhak melempar sebanyak 3 kali. Lemparan dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Atlet akan didiskualifikasi karena hal-hal berikut. 1) Lembing tidak dipegang pada pembalutnya. 2) Setelah dipanggil 2 menit belum melempar. 3) Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas. 4) Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar. 5) Lembing jatuh di luar garis sektor lempar. 6) Ujung lembing tidak membekas pada tanah.

Video Pembelajaran Teknik Lari Sprint 100 Meter.MP4

<iframe width="420" height="315" src="//www.youtube.com/embed/UMP9DSXrYGQ" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Video Pembelajaran Tolak Peluru

Minggu, 17 Februari 2013

Sport Fisioterapi: 4 langkah menangani cedera engkel

Sport Fisioterapi: 4 langkah menangani cedera engkel: Rest Ice Compression Elevation Ke-4 list di atas merupakan  langkah penangan pertama untuk cedera engkel , atau biasa disingkat ...

Sport Fisioterapi: – Pernahkan teman-teman melihatatau bermain game s...

Sport Fisioterapi: – Pernahkan teman-teman melihatatau bermain game s...: – Pernahkan teman-teman melihat atau bermain game sepakbola? Ketika melihat skill / teknik terutama stamina seorang kiper berapa angka yan...

Penanganan Pertama Pada Cedera Olah Raga dengan PRICE

 

Seorang atlet pasti pernah merasakan yang namanya cedera, dan itu sangat mengganggu mobilitas dalam berolahraga. Kondisi yang prima sangat dibutuhkan seorang atlet untuk bisa menampilkan kemampuan yang maksimal dalam setiap pertandingan.

Maka seorang atlet perlu memiliki pengetahuan tentang penanganan cedera pertama yang baik. Cedera bisa dikelompokkan dalam 2 kelompok penyebab, yaitu: overuse injury dan traumatic injury. Overuse injury adalah cedera yang disebabkan karena gerakan yang berulang-ulang dan terlalu cepat. Traumatic injury adalah cedera yang disebabkan oleh adanya benturan atau gerakan yang melebihi batas.
Seorang atlet harus bisa membedakan antara kram, keceklik, strain dan sprain. Cedera jenis ini sangat banyak dijumpai dalam cedera olahraga. Penanganannya pun berbeda satu sama lain.
Dalam penanganan pertama keceklik, strain dan sprain kita bisa menggunakan prinsip RICE NO HARM,
P(protection)  = Proteksi atau pelindungan adalah kondisi dimana atlet harus melindungi daerah cedera dari gangguan yang bisa memparah cedera.
R(rest)              = Istirahat merupakan kondisi tidak melakukan aktifitas apapun untuk daerah yang cedera, ini penting untuk kelangsungan daerah yang cedera.
I(ice)                 = Es berfungsi untuk mengurangi pembengkakakn atau odema. Caranya gunakan kompres es selama 3-5 menit setiap sekali kompres atau hentikan pada saat kulit terasa kesemutan dan dilakukan setiap tiga jam sekali selama dua hari full atau saat pembengkakan berkurang.
C(compression) = Compress berguna untuk menghentikan aliran darah yang berlebih pada saat cedera serta mengurangi cedera.
Elevasi             = Elevasi ini adalah kondisi dimana daerah cedera harus lebih tinggi dari jantung, ini berfungsi untuk mengurangi aliran darah didaerah cedera dan juga untuk mengurangi pembengkakan.
Itu merupakan penanganan dalam cedera olahraga, adapun hal-hal yang tidak dibenarkan dalam menangani cedera yang baru, yang itu kita tidak boleh melakukan HARM, yaitu:
Heat                   = Hal yang panas-panas tidak disarankan melakukannya, karena ini akan meningkatkan aliran darah ke daerah cedera sehingga mengakibatkan pembengkakan yang parah.
Alkohol             = Meminum atau merendam daerah cedera dengan alkohol maka akan memperparah daerah cedera dan pembengkakan akan bertambah.
Running            = Jangan memcoba berlatih pada saat cedera, kondisi seperti ini akan memperparah cedera.
Massage            = Mindset pertama seorang atlet di Indonesia pada saat terkena cedera.
Cedera dibawa tukang urut atau pijet. Ini merupakan penanganan yang sangat tidak dianjurkan karena pijet pada cedera yang baru akan merusak jaringan yang sudah cedera dan ini akan memperparah cedera. Penyembuhannya pun tidak akan maksimal.
Inilah merupakan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam penanganan cedera olah raga yaitu HARM, dan yang dianjurkan dengan menggunakan PRICE, tapi apabila atlet terkena kram atau spasme maka penanganan boleh menggunakan yang panas-panas bisa berupa balsem, counterpain dan lain sebagainnya.
Untuk pemulihan yang lebih maksimal, maka atlet disarankan mengunjungi fisioterapi. Penyembuhan yang baik membuat peforma bisa maksimal dalam setiap pertandingan. Do The Best.

Oleh: Setyo Adhy Wicaksono/http://pabelan-online.com